padangtime
facebook instagram twitter google plus
Kesehatan

Kadis Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday: Imunisasi Campak dan Rubela Agustus Dilakukan Serentak

Rabu, 11 Juli 2018 - 21:30:09 WIB - 52


PadangTIME.com -  Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry dampak dari campak dan rubella harus segera dicegah. Jika tidak mereka yang tidak mendapatkan Imunisasi akan menjadi menyebar virus dikemudian hari.Imunisasi serentak akan dilaksanakan di Sumbar pada Agustus dan September nanti. Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan Sumbar menargetkan 1,5 juta anak mendapat Imunisasi campak dan rubella (MR) dari program tersebut.

"Target capaian kami 95 persen di Sumbar, kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday saat sosialisasi program nasional kampanye imunisasi campak dan rubela bersama United Nations Childrens Fund (Unicef) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Rabu, 11 Juli 2018.

Tantangan program ini dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, ada beberapa daerah yang sulit dijangkau terutama di Kabupaten yang saat ini menyandang status tertinggal yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat dan Solok Selatan.

Untuk memastikan anak di daerah-daerah pelosok tersebut mendapatkan Imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi bekerja sama dengan kabapaten dan kota untuk memberikan perlakuan khusus.

"Pokoknya anak-anak di sana harus mendapat Imunisasi," ujar Merry.
Petugas kesehatan akan mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah . Jika hari ini contohnya mereka belum tervaksini secara merata besok ulang lagi.

Sekarang tidak hanya campak saja, Rubela juga sudah mulai menyebar, namun kita belum punya data pasti. Untuk pencegahan kita lakukan Imunisasi MR," katanya.

Kemudian untuk Mentawai bisa dilakukan dengan metode mendatangi rumah adat sebagai tempat berkumpulnya warga Mentawai. "Strategi ini akan kita bicarakan dengan kepala daerahnya," katanya.

Khusus untuk daerah yang sulit dijangkau, pengiriman vaksin akan diprioritaskan dari daerah lain. "Tanggal 19 sampai 22 ini kita akan bicara teknisnya," tuturnya.

Perwakilan Unicef, Ari Rukmantara, menyebutkan untuk mencapai target imunisasi secara merata bisa dilakukan dengan metode sweping, Door-to-door. Jadwalnya bisa dilakukan di September.
"Khusus untuk daerah pelosok harus kerja ekstra keras, lintas OPD harus jalan tidak hanya tanggung jawab Dinkes saja," ujarnya.

Jika Imunisasi tidak merata juga akan berdampak buruk nantinya. Apalagi dengan kebudayaan masyarakat Sumbar yang suka melakukan perjalanan atau merantau.

"Takutnya jika tidak merata yang tidak dapat Imunisasi nanti melakukan perjalanan secara otomatis mereka akan menyebarkan virus. Ditambah lagi Sumbar daerah pariwisata terjadi pergerakan manusia dalam skala besar," kata Ari.

Namun, jika Sumbar bisa mencapai target akan menjadi prestasi yang luar biasa dan layak dijadikan percontohan dalam program Imunisasi.






Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE