padangtime
facebook instagram twitter google plus
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura

Produksi Cabai Sumatera Barat 2018 Meningkat

Jumat, 13 April 2018 - 23:05:54 WIB - 47




PadangTIME.com - Pemerintah Sumatera Barat menargetkan produksi cabai merah pada 2018 sebanyak 83.170 ton atau naik 778 kilogram dari proyeksi 2017 yakni 82.392 ton.
Pada 2017 realisasi produksi cabai Sumbar mencapai 94.183 ton dengan areal tanam sekitar 7.932 hektare dan sudah melampaui target yang ditetapkan pada tahun tersebut.
Target ini lebih dari kebutuhan konsumsi cabai masyarakat di provinsi itu sebanyak 30.000 ton per tahun.

"Target tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian, semoga produksinya melebihi target itu," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Maswal Noor di Padang, Jumat.

Daerah sentral cabai merah yakni di Kabupaten Agam yang mampu meproduksi sekitar 21.647 ton per tahun kemudian Kabupaten Solok, Limapuluh Kota, dan Pesisir Selatan.

"Pada 2018 kami berharap produksi cabai Sumbar juga melebihi target yang sudah ditetapkan tanpa kendala yang berarti," ujarnya.

Dalam upaya mencapai target dan memperlancar proses produksi, pihaknya memberikan bantuan berupa tangki-tangki penampungan air, alat dan mesin pertanian dan perbaikan irigasi.

Kemudian juga sosialisasi dan pembinaan kepada para petani, terutama dalam hal pola penanaman cabai, seperti pengaturan musim tanam agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk mengantisipasi jatuhnya harga cabai dengan banyaknya produksi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan segera bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pendistribusian cabai merah.

Sudah dibicarakan dengan pihak swasta dengan 500 anggota yang siap menampung cabai dari daerah sentra, agar kesejahteraan petani cabai turut meningkat, katanya.

Kebutuhan konsumsi cabai merah di Sumbar yakni 30.000 ton per tahun, dengan jumlah penduduk yang lebih kurang lima juta jiwa kebutuhan perorang per kapita/tahun enam kilogram.

"Meskipun cabai Sumbar sudah surplus, namun pada waktu tertentu harga cabai tetap tinggi karena sebagian besar produksi cabai Sumbar dibawa ke luar daerah," ujar Maswal.

Sebelumnya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meminta bupati dan wali kota mempelopori pengembangan cabai di pekarangan rumah masyarakat sebagai salah satu solusi mengatasi kelangkaan stok dalam rangka menekan laju inflasi.

"Saya minta kepala daerah membantu siapkan bibit, bagikan 10 sampai 20 batang untuk ditanam di pekarangan masyarakat, jika semua kabupaten kota melakukan akan mencegah terjadinya kelangkaan cabai," katanya.






Berita lainnya :

 
close
Emzalmi Desri
close
Mahyeldi Hendri
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE