padangtime
facebook instagram twitter google plus
Kota Padang

Hadapi Pilkada DPRD Kota Padang Adakan Hearing dengan KPU

Jumat, 19 Januari 2018 - 23:06:54 WIB - 163


PadangTIME.com -  DPRD Padang meminta pihak KPU melakukan proses kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit), yang dimulai besok Sabtu 19 Januari, dilakukan dengan sebaik mungkin. karena DPRD Kota Padang cemas  Pilkada  akan terjadi indikasi mobilisasi masa terutama mahasiswa luar Kota Padang, untuk memilih calon tertentu.

Dikatakan sebetulnya sudah ada aturan wajib KTP yang di atas satu tahun berdomisili di Kota Padang. Yang jadi pertanyaan kita, jangan sampai mahasiswa yang tidak terdata ini digunakan sebagai pendukung parpol tertentu untuk menambah suara pada salah satu kandidat," ungkap Ketua Komisi l, DPRD Padang, Azirwan, usai Rapat kerja dengan KPU Padang dan Kesbangpol, Jumat 19 Januari 2018.

Kekhawatiran itu, katanya juga terjadi ketika melihat sejarah jumlah partisipasi pemilih dalam Pilkada dulu yang hanya sekitar 50 an persen. Sehingga akan ada pengkondisian mahasiswa tersebut. Tidak hanya mahasiswa, kekhawatitan itu juga ada pada pemilih pemula yang saat ini cukup besar yakni 20 persen.

"Yang jelas, kita sudah mengetahui ada pembinaan dari partai selama ini yang betul-betul melekat pada mahasiswa yang berazaskan pada satu kelompok," ujarnya.

Untuk itu, nantinya berdasarkan data, pihaknya akan siap melakukan proses pengawasan sesuai dengan tupoksi DPRD, dan tentu secara mekanismenya juga akan memberikan sanksi pada partai yang terindikasi melakukan hal itu.

"Untuk pengawasan tentu ada tindak lanjut untuk sanksi. Kalau terbukti, sesuai fungsi pengawasan, kita akan melakukan sesuai aturan," ujarnya.

Ketua KPU Padang, M Sawati, mengatakan tidak terlalu khawatir akan adanya perbuatan mobilisasi mahasiswa yang bukan penduduk asli Padang untuk mendukung calon tertentu. Pasalnya, siapapun itu, jika dalam hasil coklit tidak terdaftar sebagai penduduk Kota Padang, maka tidak akan dapat memilih.kita mulai mencoklit. Semua didatangi dan didata. Termasuk lokasi yang banyak terdapat kos-kosan mahasiswa. Sepanjang mahasiswa terdaftar sebagai penduduk Kota Padang dan terdaftar sebagai DPT, maka dapat memilih, dan begitu sebaliknya," ungkapnya.

M Sawati, menegaskan  dalam proses pemilihan nantinya, KPPS tidak akan menerima siapapun itu termasuk mahasiswa yang tidak terdaftar sebagai DPT untuk ikut memilih.

"Mereka boleh memilih kalau punya KTP Padang, atau suket. Jadi tidak khawatir, karena pilkada ini ruang lingkupnya kecil. Tidak mungkin warga kabupaten kota lain memilih, kalau dia tidak pindah menjadi penduduk Padang,"ungkap 
M Sawati,(02)






Berita lainnya :

 
close
Emzalmi Desri
close
Mahyeldi Hendri
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE