padangtime
facebook instagram twitter google plus
Nasional

Idrus Marham, dari timses Prabowo hingga jadi anak buah Jokowi

Kamis, 18 Januari 2018 - 08:03:28 WIB - 231

Idrus Marham.

PadangTIME.com - Di Pilpres 2014, Idrus Marham adalah Koordinator Koalisi Merah Putih (KMP), koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang merupakan lawan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Jokowi-JK pun menjadi pemenang.

Seiring berjalannya waktu Koalisi Merah Putih pecah dan merapat ke pemerintah, termasuk Golkar. Loyalitas Idrus terhadap Golkar tak perlu diragukan.

Sekjen Golkar itu setia di sisi Setya Novanto saat badai menerpa mantan ketua DPR itu. Saat kasus 'Papa Minta Saham' Novanto sempat mundur dari kursi ketua DPR.

Idrus Marham mengatakan, keputusan akhir Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dalam kasus 'Papa Minta Saham' tidak memberi sanksi terhadap Ketua DPR, Setya Novanto, tak perlu dipermasalahkan. Bahkan Idrus melihat, pilihan Novanto mundur sebagai ketua DPR harus diapresiasi.

"Saya kira bukan tiba-tiba mundur. Saya kira Pak Novanto secara melihat bahwa demi untuk menjaga martabat DPR. Jangan ada kegaduhan lagi. Demi untuk menjaga partai lalu kemudian mundur, saya kira kalau kita ingin konsisten mestinya kita harus memberi apresiasi sama Setya Novanto karena mundur," kata Idrus 2015 silam.

Namun, Novanto akhirnya kembali ke kursi ketua DPR setelah putusan Mahkamah Konstitusi jika rekaman tak bisa dijadikan alat bukti. Tetapi, Novanto kembali tersandung masalah. Kali ini di kasus e-KTP.

Idrus, bersuara lantang bakal membela mati-matian Novanto atas laporan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Novanto dilaporkan MAKI atas dugaan kebohongan publik dalam kasus e-KTP.

"Pasti lah. Karena kita kan Ketum itu kan simbol partai makanya penjelasan itu kita yakini. Atas dasar itu apa pun langkah orang dan melakukan langkah-langkah pasti akan kita menghadapinya dengan baik tentunya bukan dengan berantem tentunya," kata Idrus.

Partai meyakini Novanto tidak berbohong soal bantahan telah melakukan pertemuan khusus terkait pembahasan e-KTP. Termasuk pernyataan Novanto yang mengaku tidak mengenal dua terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP yakni Irman dan Sugiharto.

Novanto pun ditahan. Kursi kepemimpinan berganti. Idrus yang sempat membela Novanto pun tak bisa berbuat banyak. Keinginannya dulu menjadi calon ketum Golkar juga kandas.

Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, beredar kabar posisi Idrus sebagai Sekjen bakal diganti. Kabar itu tampaknya bukan bohong. Idrus ternyata dipilih Jokowi menjadi menteri.

Jokowi resmi melantik Idrus Marham menjadi Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Pelantikan Idrus berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10/P/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Sosial sisa masa jabatan periode 2014-2019.

Mengenai Idrus jadi bawahan Jokowi dan bekas koordinator pemenangan Prabowo, dia menjawab santai.

"Saya kira begini ya, patron kita adalah konsep pikiran gagasan, dan sejatinya itulah yang harus kita kembangkan. Persoalan bangsa ini hanya bisa diatasi apabila kesenjangan visi misi bisa kita dekatkan," ujar Idrus.

Semula, menurut Idrus, terdapat kesenjangan visi misi antara Golkar dengan Jokowi. Akan tetapi, semakin hari Golkar mulai menyadari ternyata perbedaan itu hanya terletak pada penggunaan kata.

"Misalkan Golkar bangun dari desa, visi Nawacita membangun Indonesia dari pinggiran. Bedanya di mana? desa itu ada di pinggir, di pinggir itu kita temukan desa," jelasnya.

"Jadi sebenarnya enggak ada masalah karena itu prinsip kita adalah kesenjangan visi harus kita atasi dan kesenjangan visi ini komitmen Istiqomah melaksanakan visi itu," sambung dia. [eko]






Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE