padangtime
facebook instagram twitter google plus
Pemprov Sumbar

Pemprov Sumbar Akan Perda LGBT untuk Batasi gerak pelaku"

Jumat, 05 Januari 2018 - 21:55:53 WIB - 81

Wagub Sumbar Nasrul Abit

PadangTIME.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) menyatakan perang terhadap perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) yang mulai kronis dan masif di lingkungan masyarakat.

"LGBT ini tidak sesuai dengan falsafah minang. Karena, masyarakat Sumbar menjunjung tinggi adat dan agama dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk itu, kami dari pemerintah komit untuk memerangi perilaku menyimpang ini, jangan sampai terus berkembang di Sumbar," ujar Wagub Sumbar, Nasrul Abit usai rapat membahas persoalan LGBT dengan stakeholder terkait, Jumat, 5 Januari 2018.

Dikatakannya, bahwa LGBT ini bukanlah budaya masyarakat Sumbar, sehingga perlunya duduk bersama dengan stakeholder terkait untuk membahas persoalan ini.

"Kita akan bicarakan dengan stakehodler terkait, baik itu dari Dinas di Provinsi, DPRD, LKAAM, Ulama, Cadiak Pandai dan yang lain dalam pembahasan perda ini," katanya.

Jadi, kata Wagub sebelum dibicarakan dengan stakeholder terkait, Pemprov Sumbar dengan tim akan melakukan survei tentang kegiatan LGBT di Sumbar selama tiga bulan. Hasil survei itu nantinya yang akan menjadi acuan pembuatan perda terkait LGBT.

"Ini perda sangat penting. Dengan adanya perda, maka pelaku LGBT dapat dibatasi ruang geraknya," ulasnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat Pemprov dengan stakeholder terkait akan melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat yang tidak terpengaruh perilaku ini maupun yang sudah terpengaruh.

"Untuk itu, kita akan mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat sehingga perilaku menyimpang ini dapat berkurang bahkan sampai tidak ada perilaku ini di tengah masyarakat," tuturnya.

Wagub juga menghimbau masyarakat untuk mengawasi pergerakan dan pergaulan anggota keluarganya. Sehingga, apa yang dilakukan mereka di luar rumah dapat terpantau dengan jelas dan tidak melakukan tindakan yang menyimpang seperti ini Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Hendri mengatakan, dalam pemberantasan LGBT di Sumbar perlunya tiga langkah. Pertama, katanya, harus ditingkatkan penjagaan dan mencegah mulai dari keluarga, sekolah, dan organisasi-organisasi masyarakat. Kemudian, mengobati mereka yg sudah terinveksi penyakit tersebut.

"Jadi, perlu tim perdampingan yang profesional. Kami mohon juga kepada kawan-kawan yang basic-nya agama dan kesehatan agar bisa membantu," katanya.

Selanjutnya, kata Hendri, perlu penawaran sanksi, aturan hukum, adat, dan sosial terhadap pelaku tersebut. "Perlu tungku tigo sajarangan. Libatkan lembaga adat, ninik mamak, masyarakat, dan akademis,"






Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE