padangtime
facebook instagram twitter google plus
Daerah

Buronan Penyalagunaan Dana JHT PNS dan THL Pemko Batam Rp 55 Milyar Diringkus

Rabu, 27 Desember 2017 - 20:14:40 WIB - 72


PadangTIME.com - Kepri  Buronan kasus dugaan korupsi Asuransi  PT Bumi Asih Jaya M Nasihan akhirnya diringkus. Ia sudah menjadi buronan selama kurang lebih dua bulan.

Buronan tersebut ditangkap oleh Tim Kejaksaaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Kepri, Kamis ( 21/12/2017).Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati kepri, Fery Tas membenarkan kabar itu. Ia ditangkap pada Rabu (20/12/2017). Sayangnya Fery belum membeberkan kronologi penangkapan.

Mohammad Nasihan lahir di kabupaten Gresik Jawa Timur tahun 1956. Ia memiliki 4 orang anak. Ia merupakan lulusan Akademi Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1989. Kariernya sebagai polisi saat itu telah berangkat perwira menengah.

Dia juga pernah menjadi staf khusus untuk Sekretaris Pribadi Wapres (Mayjend TNI Mochtar) tahun 1995 s/d 1999‎. Kemudian Staf Khusus Pribadi Ketua Yayasan Jodi Oetomo (Mantan Ka Bakin/Letjend TNI Soedibyo) tahun 1994 sampai dengan 1999.

Aspidsus juga membenarkan bahwa tersangka pernah menjadi bagian dari anggota kepolisian. Setelah itu karirnya juga melejit setelah menjadi advokat dan sempat tidak asing dilayar televisi swasta nasional sebagai praktisi hukum.

M Nasihan dan Syafei ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan dana asuransi jaminan hari tua (JHT) ribuan PNS dan THL Pemko Batam sebanyak Rp 55 miliar.

Dua tersangka ditetapkan  itu dilakukan atas terpenuhinya sejumlah alat bukti dalam penyelewengan dan penyalahgunaan Rp 55 miliar dana kewajiban PT Bumi Asih Jaya (BAJ) ke Pemko Batam yang ditempatkan dalam rekening bersama "escrow account" dan dipindahkan ke rekening lain yang dibuat tersangka M Nasihan dan M Syafei.

Pembuatan rekening penampung bersama dalam menampung kewajiban PT BAJ ke Pemko Batam itu dilakukan sambil menunggu putusan pengadilan atas perkara aquo yang memiliki kekuatan hukum tetap.

Rp 55 miliar dana kewajiban PT BAJ yang disimpan di rekening escrow account penampung itu dipindah bukukan kedua tersangka ke rekening giro dan dilakukan penarikan atas nama kedua tersangka sebanyak 31 kali," kata Yunan Harjaka.

Tersangka M Nasihan dan M Syafei dijerat dengan pasal 3 jo pasal 8 UU nomor 21 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(Hasmi)






Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE