padangtime
facebook instagram twitter google plus
DPRD Pasaman

Penertiban Cafe,Bar dan Resto di Pasaman Barat Oleh Satpol PP dinilai Tumpang Tindih

Jumat, 15 Desember 2017 - 13:33:50 WIB - 216


Padang Time.Com - Penertipan usaha Cafe,Bar dan Resto yang menyediakan minumas keras (miras) oleh Satpol PP di sejumlah lokasi di Pasaman Barat (Pasbar) dinilai tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

"Dari sejumlah usaha Cafe dan Resto yang tidak memiliki izin dan menyediakan miras dibiarkan beroperasi.Sementara usaha memiliki izin di tertipkan atau dirazia dengan alasan menyimpan miras,"ujar salah seorang Pemilik Resto dan Karoeke Nuansa Keluarga Dadang Romantika di Simpang Empat,kemaren

Dikatakan Dadang, penertipan yang dilakukan oleh Satpol PP di tempatnya kurang tepat.Sebab masih banyak tempat yang tidak berizin yang menjual miras dibiarkan seperi minimarket,swalayan dan kedai.

"Kalau Perda tersebut benar akan ditegakkan,lakukan penindakan secara keseluruhan,jangan di cafe saya saja,serta dahulukan penindakan yang wajib baru yang sunat," tegasnya.

Disamping itu lanjutnya,Cafe dan Resto Nuansa Keluarga yang didirikannya telah memiliki  legaslitas yang sah dan memiliki SOP yang jelas.Masih banyak Cafe dan Kedai di Pasbar yang menjual miras  dari golangan A,B dan C kenapa dibiarkan.

"Padahal saya hanya menyediakan miras golongan A yang diperbolehkan menurut Kepres no 74 tahun 2014," katanya.

Sebelum melakukan penertipan lanjut Dadang,Satpol PP sebagai penegak Perda harus memahami Kepres No 74 tahun 2014.Pemkab Pasbar juga menerbitkan Perda No 9 tahun 2017 tentang keamanan dan ketertipan umum.Namun Perda itu belum pernah disosialisasikan kepada masyarakat ataupun pengusaha Cafe dan Resto.

" Penertipan Resto dan Karoeke milik saya dengan dalih menjual miras, sedangkan tempat lain tidak ditertibkan.Mungkin ini bentuk sosialisasi Perda yang langsung dilaksanakan oleh penegak perda ke tempat usaha saya,"cetus Dadang.

Lebih Jauh Dadang menjelaskan, didalam Kepres No74 tahun 2014,salah satu bunyinya Bar,Resto dan Hotel Bintang 5 di perbolehkan menyediakan minuman keras golangan A seperti Bir, salah satu minuman yang beralkohol rendah dibawah lima parsen.

Diperbolehkan sambung Dadang, harus disesuaikan dengan peraturan daerah setempat.Maksudnya setiap usaha Bar, Resto dan Hotel Bitang 5  itu yang ada di daerah diharuskan mengurus izin SIUP MB Golongan A dibawah lima parsen.

"Pemkab Pasbar belum mengeluar izin SIUP MB Golongan A.Kalau izin itu ada tentu kami pengusaha Cafe dan Resto mengurusnya,"pintanya.

Oleh sebab itu,Pemkab Pasbar melalui Satpol PP mengerti tentang arti pelaksanaan Kepres No 74 Tahun 2014 yang hakikinya utk mengatur tatanan kehidupan sosial budaya masyarakat,bukan sebagai senjata utk menindas rakyat atau pengusaha

Maka dari itu saya minta Satpol PP, sebagai penegak Perda jangan tebang pilih melakukan penertipan.Miras Golonga A disita,sementara miras golongan B dan C dibiarkan dijual di pasaran yang tidak ada izinnya.

Kepala Satpol PP Pasbar H Edison Zelmi S.STP MM ketika dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan,penertipan yang dilakukannya ke tempat hiburan malam seperti Cafe,Bar dan Karoeke dalam rangka menertibkan penyakit masyarakat (pekat) seperti miras dan narkoba yang selama ini sudah meresahkan masyarakat,dan bekerja sesusai dengan Perda.

"Dalam penertipan itu,pihaknya hanya mengamankan miras golongan A di sejumlah Cafe, dan tempat Karoeke.Miras itu bukan kami sita tapi diamankan,dan boleh diambil kembali dengan membuat surat perjanjian," tegas Mantan Camat Pasaman itu.

Selain itu,kata Edison,pihaknya tidak melarang bagi masyarakat untuk membuka usaha Cafe dan  Karoeke di Pasaman Barat.Tapi jadikankalah tempat tersebut sebagai hiburan keluarga bukan tempat hiburan maksiat.

" Dengan adanya penertipan itu menjadi efek jera bagi pelaku usaha hiburan malam yang menyediakan miras apapun jenis golongannya,"pintanya Alumni STPDN itu.(RJ)






Berita lainnya :