padangtime
facebook instagram twitter google plus
Pemprov Sumbar

Irwan Prayitno: Sumatera Barat Harus Bebas dari Bullying

Selasa, 07 November 2017 - 21:24:20 WIB - 65


PadangTIME.com  -  Anak perlu diberi Kasih sayang bukan untuk dibullying  anak adalah generasi penerus  yang akan meneruskan cita cita bangsa untu itu stop kekerasan terhadap anak  dan perempuan ungkap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada  sambutan pembukaan konser Kampanye Anti Bullying  pada Selasa (7/11) di Auditorium Universitas Negeri Padang .
Konser Kampanye Anti Bullying  yang dihariri Duta Anti "bullying" internasional, Harris J, yang diramaikan siswa siswa SD, SMP se  Kota Padang   dan SMA se- Sumatera Barat  disambut antusias para pelajar dan guru guru pendamping.

Gubernur Sumbar menegaskan untuk tidak melakukan Bullying pada siapapun baik itu antara anak anak sesama anak-anak maupun guru terhadap siswa , karena akan berakibat buruk terhadap masa depan bangsa, Hidup akan terasa lebih indah tampa adanya  kekerasan dan penindasan terhadap anak  dan perempuan.

Sementara, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno mengatakan pihaknya sengaja mendatangkan Harris J untuk menggelar kampanye anti "bullying".
P2TP2A mengangkat tema “Save me from myself and Stop Bullying" atas dasar keprihatinan dan kepeduliannya terhadap kasus perisakan yang rentan terjadi di sekolah maupun kampus.
Sosialisasi perisakan bagi para siswa ini agar mereka mengetahui apa itu bullying, bahaya dari tindakan bullying dan menghindari aksi perisakan di sekolah

Dikatakan Nevi Irwan Prayitno Bullying merupakan  aktivitas yang dilakukan dengan tujuan memojokan orang lain dengan nada merendahkan, mengolok-olok hingga kekerasan fisik.Biasanya bullying terjadi bukan karena marah atau konflik yang tak terselesaikan, akan tetapi lebih merujuk pada rasa superioritas atau dengan kata lain untuk menunjukan bahwa pelaku bully yang paling kuat dam punya hak untuk merendahkan, menghina atau bertindak semena-mena pada orang lain.

Harris J . menyebutkan  bullying sering terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan perilaku yang cukup berbahaya dan mengganggu psikologi korbannya.
"Perilaku perisakan ini cukup meresahkan dan bahkan ada yang berujung pada kematian,"
Pada 2016, dirinya juga sudah datang ke Indonesia dan mendapat laporan bahwa setiap harinya ada anak yang meninggal karena dirisak.

Selain itu, penyanyi asal Inggris yang hafal alquran 14 Juz itu menjelaskan perisakan juga dapat mempengaruhi nilai akademis anak maupun mahasiswa, tidak memiliki semangat untuk bersekolah, membunuh karakter korbannya dan tekanan psikologi yang akan dibawa hingga dewasa.
Dalam aksi kampanye ini, Harris J akan melakukan konser di beberapa daerah di Sumatera Barat seperti Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

"Dalam konser itu nantinya saya akan mengampanyekan kepada anak-anak muda, mengenai bahaya perisakan dan beban yang ditanggung oleh korban hingga dewasa," ujar Harris J.
Dengan  negara asal Inggris, yakni pelantun lagu "Salam Alaikum" mengakui tidak tahu berapa banyak angka anak-anak yang terimbas perisakan.
Namun kasus seperti ini tetap menjadi kepedulian Harris mengingat banyak penggemarnya di Indonesia. Makanya saya bangga bisa menyampaikan kampanye ini dalam konser saya," ujarnya. (an)
.







Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE