padangtime
facebook instagram twitter google plus
Politik

Yenny Wahid: Perempuan Indonesia Harus Paham Pancasila

Senin, 09 Oktober 2017 - 07:12:38 WIB - 104


PadangTIME.com - Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid menyampaikan apresiasinya terhadap perempuan yang ada di Madura atas dukungannya terhadap acara perayaan Hari Perdamaian Internasional di ponpes Annuqayah, desa Guluk-Guluk,  Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (8/10).

Acara ini merupakan kerjasama Wahid Foundation bersama Badan PBB untuk isu perempuan, UN Women. Acara ini juga dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo.

"Acara hari ini adalah kolaborasi antara UN Women dan Wahid Foundation dengan dukungan khusus dari pemerintah Jepang," jelas Yenny. Dia menjelaskan, kegiatan ini dipicu oleh rasa bangga kepada perempuan Indonesia yang mempunyai karakter khas. "Ketika UN Women menghubungi kami untuk membuat kegiatan perayaan hari perdamaian dunia yang melibatkan kelompok perempuan di masyarakat kami langsung berpikir bahwa Madura adalah daerah yang paling pas, karena perempuan Madura dikenal sebagai pribadi yang ulet dan pekerja keras, serta religius dan senang bergotong royong," jelasnya.

Selama ini, menurut Yenny, para kyai telah berjuang di garda terdepan untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian di bumi nusantara. Tentu di belakangnya terdapat peran ibu Nyai yang luar biasa dan turut serta dalam perjuangan tersebut.

"Program yang digagas bersama UN Women, berbentuk program penguatan ekonomi keluarga, dimana  perempuan akan dibantu untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencari tambahan nafkah keluarga. Mereka bisa tetap tinggal dirumah untuk mengasuh anaknya, sambil membuat usaha kecil untuk membantu pendapatan keluarganya," jelasnya.

Di sisi lain para perempuan tersebut juga akan dibekali dengan kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai perdamaian di lingkungannya masing-masing. Sehingga tidak mudah terpancing oleh provokasi orang-orang yang ingin menciptakan konflik di tengah-tengah masyarakat.

"Dalam program ini juga melibatkan banyak kyai, Gus dan Lora, untuk membantu membangun pemahaman kaum perempuan terutama tentang nilai Pancasila," jelasnya.

Menurut Yenny, gerakan ini juga sekaligus menjadi respon dari keinginan Presiden Jokowi yang telah menggagas konsep penguatan ekonomi umat.

"Beliau telah bekerja keras dalam melakukan banyak upaya untuk mengikis kesenjangan ekonomi yang ada di masyarakat. Karena itu mari kita doakan agar Beliau diberi kekuatan dalam memimpin bangsa ini," jelasnya. "Kita doakan Beliau diberi kesehatan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia yang aman, adil dan sejahtera."

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya meminta masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga perdamaian di Bumi Nusantara. Sebab, banyak negara yang kepincut dengan perdamaian dan kerukunan yang berlangsung di Indonesia.

"Indonesia memiliki suku yang cukup banyak, mencapai 714 suku, dibandingkan Malaysia yang hanya 3 suku, Indonesia memiliki berbagai suku, berbeda agama, budaya dan berbeda bahasa," kata dia.
Jokowi juga mengatakan, diperlukan kehati-hatian dalam menyikapi perdamaian. "Jangan sampai ada gesekan apalagi konflik. An Nuqqoyah adalah salah satu tiang penyangga masyarakat Madura dan Jawa Timur berpengaruh luas melampaui pulau Jawa," tandasnya. [sam]






Berita lainnya :

 
close
Emzalmi Desri
close
Mahyeldi Hendri
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE