padangtime
facebook instagram twitter google plus
DPRD

Festival Kopi Sumatera Barat Majukan Petani Kopi

Minggu, 06 Agustus 2017 - 21:07:46 WIB - 41


PadangTIME.com — Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra menjelaskan Seluas 20 ribu hekater lahan kopi dari berbagai daerah di Sumatra Barat (Sumbar) telah menghasilkan sebanyak 25 ribu ton kopi. Dari jumlah itu, 15 ribu di antaranya adalah kopi Arabika, sementara 10 ribu ton adalah kopi robusta.

Dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra, pada Festival Kopi Sumbar di Hotel Bumi Minang, Rabu (2/8). Ia mengutarakan, 25 ribu ton itu adalah produksi kopi di Sumbar yang tercatat. Menurutnya, produksi kopi di provinsi ini melebihi jumlah itu apabila semua produksi kopi dicatat.

Produksi kopi di Sumbar, kata Candra, akan meningkat drastis apabila lahannya juga ditambah. Jika tidak, peningkatan produksinya tidak signifikan. Sejauh ini, peningkatan produksi kopi di Sumbar dari tahun ke tahun di lahan 20 ribu hektare hanya naik 10—15 persen setahun.

Selain belum tercatatnya semua produksi kopi di Sumbar, kata Candra, ekspor kopi Sumbar juga belum tercatat semuanya. Saat ini, katanya, kopi ekspor Sumbar yang baru tercatat adalah kopi solok rajo, yakni 2.400 kg sebulan. Kopi itu diekspor ke Amerika Serikat.

“Sebenarnya, ekspor kopi di Sumbar sudah cukup banyak, tetapi tidak tercatat,” ucapnya.
Untuk mendokumentasikan jumlah produksi dan ekspor kopi di Sumbar, pihaknya bersama para petani kopi di Sumbar membentuk Asosiasi Balairung Minang Kopi yang terbentuk pada Selasa (1/8) malam. Asosiasi itu merupakan wadah bagi petani kopi untuk mendiskusikan, antara lain, cara membuat kopi berkualitas ekspor, cara memasarkan kopi, dan mencatat jumlah produksi dan ekspor kopi di Sumbar.

“Sudah ada 46 petani kopi tergabung dalam Asosiasi Balairung Minang Kopi. Berkemungkinan jumlah petani yang bergabung dalam asosiasi itu bertambah karena di Sumbar kini banyak petani kopi,” tuturnya.

Sehubungan dengan Festival Kopi Sumbar, Candra mengatakan, festival kali ini merupakan yang festival kopi kali keempat yang diadakan pihaknya. Festival itu digelar untuk meningkatkan kualitas kopi di Sumbar.

“Pada festival ini dilombakan kopi-kopi terbaik dari berbagai daerah di Sumbar. Kopi-kopi itu dicicipi rasanya dan dinilai oleh dewan juri yang mengerti dengan rasa kopi berkualitas bagus. Setelah dilombakan, dewan juri akan memberikan penilaiannya kepada petani kopi. Petani kopi lalu diminta mengevaluasi tanaman kopinya agar pada festival kopi tahun berikutnya bisa menang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Kopi Sumbar kali ini diikuti 26 peserta. Dari jumlah itu, dewan juri menentukan juara 1—3 untuk kopi Arabika, dan juara 1—2 untuk kopi Robusta.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, Sumbar memiliki tujuh daerah penghasil kopi, yakni Kabupaten Solok, Agam, Pasaman, Limapuluh Kota, Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Tanah Datar.

Ia berharap bupati dan wali kota di daerah penghasil kopi itu untuk melihat kopi sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani kopi. Menurutnya, pasar kopi saat ini sangat bagus seiring dengan banyaknya penikmat kopi dan tumbuhnya banyak kedai kopi bergaya modern.

Untuk maksud itu, Nasrul Abit menyarankan bupati dan wali kota di daerah penghasil kopi untuk menanam kopi. Selain itu, ia meminta bupati dan wali kota untuk membina petani kopi, mulai pembibitan, lahan, pemeliharaan, produksi, hingga kualitas kopi.

“Pemprov Sumbar bersedia mendukung dengan menfasilitas mendapatkan bibit kopi berkualitas untuk daerah penghasil kopi di Sumbar,” ucapnya.
Ia berpendapat, kopi juga bisa menjadi penarik wisatawan untuk datang ke Sumbar untuk menikmati kopi asli Sumbar. Hal itu seiring dengan program Pemprov Sumbar yang sedang gencar mempromosikan pariwisata.

“Apabil ada orang datang ke Sumbar, suguhkan kopi Sumbar. Ini merupakan peluang besar untuk menjadikan kopi Sumbar terkenal di kancah dunia. Sebelum itu dilakukan, orang Sumbar harus bangga terhadap kopi Sumbar. Orang sumbar harus fanatik dengan kopi dari daerahnya,” tuturnya.
Festival Kopi Sumatera Barat (03)







Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE