padangtime
facebook instagram twitter google plus
Kab. Sijunjung

Kondisi Jalan Lintas Sumatera Banyak Rusak

Minggu, 16 Juni 2013 - 21:39:54 WIB - 2039


Padang TIME, Sawahlunto Sijunjung - Banyak pihak di daerah ini sangat menyesalkan statemen Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumbar, Suprapto, sesumbar targetkan akhir 2014 jalan nasional di Sumbar sekitar 1.200 Km tanpa lubang. Artinya, sejumlah titik jalan nasional secara berkelanjutan akan diperbaiki hingga tahun 2014.

Dikatakan, “Akhir 2014 semua jalan nasional mantap. Tidak ada lubang lagi. Kita akan tangani secara berkala, apalagi sekarang kita punya iven internasional tour de Singkarak,” sebut Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim, Suprapto pada wartawan di Auditorium Gubernuran, Jumat (8/3) lalu, demikian kutip beberapa harian daerah ini.

Saat ini yang menjadi perhatian untuk ditangani segera adalah jalan nasional arah timur. Seperti di daerah Sijunjung dan Dharmasraya. Di kawasan itu rencananya pengerjaan akan dilakukan dengan sistem beton.“Kita tahu di sana tidak pernah baik jalannya, kita pakai beton saja lagi,” ujarnya.

Menurut Suprapto, bahwa tahun ini Dinas Prasjal Tarkim memiliki anggaran sebesar Rp405,73 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai 101 kegiatan antara lain, 23 kegiatan pembangunan jalan dan jembatan dengan dana Rp236,04 miliar. Lalu, 16 kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan dengan anggaran sebesar Rp52,42 miliar serta delapan kegiatan penataan bangunan dan lingkungan disediakan dana pembiayaannya Rp69,67miliar.

Namun ihwalnya, kondisinya kekinian dilapangan, banyak pihak menyaksikan kondisi lapangan, statemen pembantu gubernur Sumbar, bidang ke PU an itu ( Suprapto- red) terkesan lakukan pembohongan publik. Pasalnya, kata Syamsul Bahri, tokoh masyarakat di Sijunjung, selain kegiatan rehabilitasi dan pemiliharaan jalan dan jembatan pada ruas jalan negara sejak batas kota Solok hingga batas Jambi dan Riau, penanganannya terkesan asal jadi, serta berpotensi tidak sesuai speck, demikian papar Syamsul ketika bincang- bincang dengan Padang TIME, Jumat, 14/6 siang lalu.

Kondisi tersebut, dipaparkan Syamsul, pekerjaan kini tengah ditangani oleh PPK 12 Satker PJN Wilayah II, pada paket rekonstruksi/peningkatan struktur jalan ruas kota Solok By Pass (jalan Nasir Pamuncak)- Batas kota Solok- Batas kota Sawahlunto/ Muaro Kalaban, dengan Nomor Kontrak. KU.08.08/KTR.02.PPK.12-PJN.II/III/2013, tanggal 20 Maret 2013 oleh kontraktor PT. Trijaya Putra dan diawasi oleh Konsultan PT. Herda Carter Indonesia, waktu pelaksanaan 240 hari kalender, dengan nilai kontrak Rp.15.9 miliar, banyak pihak sangat menyangsikan kwalitas pekerjaan tersebut, ujarnya.

Dikatakan Syamsul, kondisi ruas jalan negara mulai dari Muoro Kalaban-Tanah Bandantung ( RSUD Sijunjung –red), para pengendara kendaraan terlihat was- was serta menggerutu terhadap kondisi jalan selain banyak yang bergelombang, juga banyak yang rusak serta berlobang, ujarnya.

Meskipun pemerintah melalui PPK 12 Satker PJN Wilayah II, melalui kontraknya Nomor. KU.08.08/KTR.II.PPK.12.II/X/2012, tanggal 18 Oktober 2012 melalui alokasi APBN-P 2012 kepada PT. Dekky Karya Bestari, yang sesumbar dengan motto. Kami peduli mutu itu, dengan dkonsultan Pengawas PT.Binatama Wirawedha konsultan, dengan waktu pelaksanaan 74 hari kalender, dengan pekerjaan peningkatan/ pelebaran, banyak kalangan mempertanyakan mutu serta kwalitasnya, juga tidak dicantumkan nilai kontrak pada plang proyeknya.

Selain itu, berdasarkan pengamatan Padang TIME dilapangan, ditemui indikasi penyimpangan, persisnya antara KM 178+340 - 182+700, yakni antara paket pekerjaan Rekonstruksi/Peningkatan Struktur ruas jalan Kiliran Jao- Batas Provinsi Riau yang dikerjakan PT. Dekky Karya Bestari dan paket peningkatan kapasitas/pelebaran ruas jalan Tanah Badantung- Kiliran Jao- Batas Provinsi Riau yang dikerjakan PT. Hutama Karya, ditemui pekerjaan sama secara swakelola oleh PPK 13 PJN Wilayah II, dibawah komando Jon Edi.

Kecurigaan penyimpangan lain yang terpantau media ini dilapangan, pada Plang Proyek tidak tercantum nilai kontrak, juga adanya pengoperasional alat serta armada plat merah berdasarkan pekerja yang mengaku dari PU Kab. Dharmasraya bekerja pada paket pekerjaan PT. Hutama Karya dengan Nomor kontrak. KU.08.08/KTR.03.PPK.13/PJN.II/2013, dengan Konsultan Pengawas PT.Arteri Cipta Rencana Konsultan, seyogyanya perlu disikapi pihak berkompeten.   

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 12) Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, Jon Edi yang berhasil dihubungi Padang TIME, katakan pekerjaan pada ruas KM 178+340 – 182+700 adalah kegiatan rutin PPK 12, karena pekerjaannya Peaching, dan hal tersebut tidaklah melanggar aturan, demikian paparnya melalui telepon pribadi 08126614xxx dan akui sedang berada di Teluk Kuantan, Jumat, 14/6 lalu. PT. 
         








Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE