padangtime
facebook instagram twitter google plus
Kab. Tanah Datar

Shadiq Letakkan Pondasi Kokoh untuk Pendidikan

Senin, 04 Mei 2015 - 12:27:32 WIB - 402

Wakil Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi terima piala dan penghargaan sebagai Kabupaten Pengelola Pendidikan Terbaik Tingkat Sumbar Tahun 2014

PadangTIME.com - Tanah Datar, Di akhir masa baktinya selaku Bupati Tanah Datar dua periode (2005-2010 dan 2010-2015), M. Shadiq Pasadigoe berhasil meletakkan pondasi yang kokoh untuk pendidikan, yakni ditetapkannya Perda Pengelolaan Pendidikan yang merupakan satu-satunya di Sumbar. Apa yang tertuang dan diatur dalam perda yang baru saja disahkan DPRD Tanah Datar tersebut, diharapkan bisa menjadi kekuatan hukum yang kuat bagi berbagai aktifitas pembangunan di sektor pendidikan, mulai dari memberi bantuan biaya bagi para siswa yang berasal dari keluarga miskin, sampai kepada langkah-langkah pemerintah dalam memajukan pendidikan.

Pendidikan adalah nadi utama Tanah Datar dalam membangun masyarakat sejahtera. Alhamdulillah, apa yang telah kita lakukan selama ini, membantu biaya anak-anak kita yang lolos ke perguruan tinggi, kini sudah mulai membuahkan hasil. Dengan adanya Perda Pengelolaan Pendidikan, kita berharap, apa yang dilakukan selama ini bisa lebih dikembangkan di masa mendatang,” ujar Bupati Shadiq, kemarin, di Batusangkar.

Shadiq dimintai komentarnya, terkait dengan diterimanya kembali penghargaan dari Pemprov Sumatera Barat, selaku Kabupaten Pengelola Pendidikan Terbaik Tahun 2014. Piala dan Penghargaannya diserahkan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim dan diterima Wakil Bupati Irdinansyah Tarmizi, Sabtu (2/5), dalam upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Padang.

Sebenarnya, ujar Bupati, sejak 2011 penghargaan sebagai pengelola pendidikan terbaik itu telah jadi langganan Tanah Datar. Salah satu indikatornya, sebut dia, banyaknya jumlah tamatan SLTA yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar menunjukkan, pada tahun 2011 tercatat 918 orang tamatan SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di Tanah Datar yang lolos ke PTN. Sebagian besar dari anak-anak cerdas itu, berasal dari keluarga tidak mampu. Pemkab pun mencairkan dana dalam bentuk bantuan sosial (bansos) sebesar Rp500 juta untuk membantu mereka. Dengan bansos yang kita alokasikan itu, Alhamdulillah, semuanya berangkat menuju PTN idaman mereka. Tak ada anak-anak kita yang gagal pergi kuliah karena ketiadaan biaya”, tegas Shadiq.

Apa yang sukses dilakukan di 2011, ternyata pada 2012 mengalami peningkatan. Sebanyak 1.372 tamatan SLTA di Tanah Datar berhasil lolos ke perguruan tinggi, 499 orang di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu. Lantaran pada waktu itu ada aturan dari Kementerian Dalam Negeri yang melarang pemberian bantuan semisal itu, maka Pemkab dengan kebijakannya tetap bisa membantu mereka menuju perguruan tinggi idaman. Dananya dialokasikan dari Badan Amil Zakat (BAZ) Tanah Datar yang mencapai angka Rp1,2 miliar.

Niat tulus Bupati Shadiq untuk memajukan pendidikan, rupanya terus mendapat respon bagus dari masyarakat. Buktinya, jumlah anak yang lolos ke PTN itu terus bertambah. Di tahun 2013, tercatat 2.099 orang lolos ke PTN, 874 orang di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu. Sesuai dengan tekad yang telah dipatrikan, anak-anak itu pun berhasil melanjutkan pendidikan. Bantuan yang dicairkan untuk biaya melanjutkan pendidikan anak-anak cerdas itu mencapai Rp2.064.350.000.

Untuk tahun 2014 yang penghargaannya diterima Wakil Bupati Irdinansyah Tarmizi pada Upacara Hardiknas 2015 ini, jumlah anak yang berhasil menembus PTN itu adalah 2.096 orang, sebanyak 1.040 anak berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan yang dicairkan mencapai Rp2.598.300.000
Agar apa yang dilakukannya dalam memajukan pendidikan di Tanah Datar tidak menjadi kebijakan bongkar pasangoleh kepala daerah berikutnya, Shadiq telah meletakkan pondasi yang kuat, yakni melalui Perda Pengelolaan Pendidikan.

Perda itu adalah produk hukum. Tak mudah untuk bisa diubah-ubah oleh pimpinan daerah. Proses penetapannya panjang. Saya merasa puas, di akhir darma bakti saya untuk Tanah Datar, Perda Pengelolaan Pendidikan itu berhasil ditetapkan, sebut Bupati Shadiq.Ada beberapa hal prinsip yang diatur dalam perda itu, di antaranya penghapusan dikotomi pemberian bantuan dan pembinaan terhadap lembaga pendidikan, yakni antara pendidikan yang dikelola Dinas Pendidikan dan madrasah yang dibina Kementerian Agama RI. Dengan perda tersebut, keduanya sama-sama mendapat binaan, arahan, bimbingan, dan bantuan.Hal lain yang juga diatur adalah menyangkut pemberian bantuan bagi anak-anak yang kurang mampu, pengelolaan lembaga-lembaga pendidikan, penyediaan sarana pendidikan bagi anak hingga usia 18 tahun, serta hal-hal lain yang dipandang prinsip untuk memajukan pendidikan di masa mendatang. (Humas)



 






Berita lainnya :

 
KOTA KABUPATEN     BERITA    
pdangtime

facebook instagram twitter google plus
- Bukittingi
- Padang
- Pariaman
- Payakumbuh
- Pdg. Panjang
- Sawahlunto
- Kota Solok

- Agam
- Dharmasraya
- Mentawai
- Limapuluh Kota
- Padang Pariaman
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Pesisir Selatan
- Sijunjung
- Solok
- Solok Selatan
- Tanah Datar

  - Ekonomi
- Hukum/Kriminal
- Pendidikan
- Politik
- Olahraga
- Agama
- Iptek
- Kesehatan
- Pariwisata
- Internasional
- Lingkungan
- Daerah
- Showbiz
- Gaya
- Video
- Foto
 

REDAKSI PEDOMAN MEDIA SIBER KONTAK MOBILE